Rilis Trailer, Gundala jadi Film Pembuka BumiLangit Cinematic Universe

Tepat pukul 19.00 WIB pada hari Sabtu (20/7) lalu, Screenplay Films bekerja sama dengan BumiLangit Studios, Ideosource, dan Legacy Pictures merilis trailer resmi Gundala.

Apabila dalam teaser yang dirilis tiga bulan silam penonton hanya diberi potongan-potongan adegan dengan durasi satu menit, trailer berdurasi dua menitan ini makin memperjelas petunjuk-petunjuk yang sebelumnya ada di teaser-nya.

Dalam trailer ditampilkan Sancaka yang bekerja sebagai satpam di sebuah laboratorium. Ia memiliki masa kecil yang keras karena sejak ditinggal oleh kedua orang tuanya, ia hidup di jalanan.

Selama ini ia diajarkan untuk memikirkan dirinya sendiri, karena mengurusi orang lain bisa membawanya pada kesulitan. Ia, Awang dan kawan-kawannya pun lama-kelamaan terbiasa melihat kekerasan di sekitarnya. Namun kondisi Jakarta semakin memburuk. Ia pun mulai bertanya-tanya apakah ada sesuatu yang bisa mengubah kondisi.

Dan pada sebuah momen, diperlihatkan bagaimana Sancaka bisa memperoleh kekuatan petirnya. Diperkenalkan pula Pengkor, tokoh antagonis utama dalam film ini, yang punya rencana keji bersama dengan komplotannya.

Film yang diadaptasi dari komik terkenal karya Hasmi alias Harya Suraminata ini disutradarai Joko Anwar, dan dibintangi oleh Abimana Aryasatya, Tara Basro, Rio Dewanto, Bront Palarae, Ario Bayu, dan Muzzaki Ramdhan. Gundala akan mulai tayang di jaringan bioskop Indonesia pada 29 Agustus 2019.

Sebelum trailernya dirilis, telah diumumkan bahwa Gundala merupakan film pembuka dari Jagad Sinema BumiLangit atau BumiLangit Cinematic Universe (BCU). BumiLangit sendiri punya dua kategori jagoan, yaitu Patriot atau Adisatria dan Pendekar. Semesta Patriot terdiri dari para adisatria. Mereka manusia biasa yang kemudian memiliki kekuatan adidaya. Dengan kekuatannya tersebut mereka mengemban tugas untuk membasmi kejahatan.

Tokoh adisatria yang juga akan diperkenalkan dalam Gundala adalah Sri Asih. Ia adalah karakter adisatria yang pertama kali muncul di versi komik pada tahun 1954. Karakter ini diciptakan oleh RA Kosasih. Aslinya ia adalah perempuan bernama Nani Wijaya dan dianggap sebagai reinkarnasi dari Dewi Sri. Kekuatan adidayanya yaitu kekuatannya setara dengan 250 pria dan bisa terbang.

Karakter adisatria lainnya antara lain Jin Kartubi dan Maza yang sangat kuat, Bhayangkara, Merpati, Godam yang dapat terbang, Aquanus dengan kemampuan berenangnya, dan Tira yang memiliki gawai canggih.

Sedangkan yang disebut dengan pendekar adalah mereka yang kemampuan bela diri di atas rata-rata. Pendekar yang paling terkenal yaitu Si Buta dari Gua Hantu dan Mandala.

BumiLangit Studio berencana memboyong beberapa karakter adisatria dan pendekar ini dalam film dengan membentuk jagat sinema. Artinya, satu karakter adisatria bisa bertemu dengan karakter lainnya di film yang berbeda, bahkan pada sebuah film para karakter tersebut akan dikumpulkan jadi satu.

Mereka telah menyiapkan linimasa hingga lima tahun ke depan untuk tiap-tiap semesta: semesta patriot dan semesta pendekar. Dimulai dari tahun ini, ada Gundala dan Si Buta dari Gua Hantu. Tahun berikutnya, giliran Sri Asih dan Maza serta Mandala. Pada tahun 2021 BumiLangit akan memperkenalkan Godam dan merilis sekuel Si Buta dari Gua Hantu. Tahun selanjutnya adalah giliran Aquanus dan Tira, serta kelanjutan Mandala. Puncaknya, di tahun kelima atau 2023, di mana tiap karakter dari tiap semesta bertemu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.