Ini Dia Berbagai Tulisan di Media tentang Film Bebas

Hampir satu pekan film Bebas beredar di jaringan-jaringan bioskop Tanah Air. Dan kalau kamu, untuk alasan apapun, belum sempat menonontonnya, well… apa lagi sih yang kamu tunggu? Mudah untuk mengklaim bahwa Bebas adalah salah satu feel good movie terbaik yang sudah tayang sepanjang tahun 2019 ini. Klaim ini bukannya tanpa landasan. Berbagai media masa sudah ramai-ramai mengulas film ini, dan hampir semuanya bernada positif.

Kalau kamu memang masih ragu dan sedang mencari alasan untuk nonton film ini, berikut Kinanthi kumpulkan sebagian ulasan dari media-media yang terpercaya:

1. “Kisah coming of age dengan komentar sosial tentang Indonesia hari ini”

Meskipun diadaptasi dari sebuah film yang hit pada masanya, Bebas dinilai tetap punya identitasnya yang khas dan sangat Indonesia. Dalam artikel bertajuk Film Bebas di Antara Adaptasi dan Sindiran Sosial, tirto.id memberi kredit pada duo penulis, Mira Lesmana dan terutama Gina S. Noer, yang berhasil menyelipkan sentilan sosial seputar isu gender, seperti yang telah dilakuka dalam film debut penyutradaraan Gina, Dua Garis Biru. Sehingga, meskipun separuh latar waktunya mengambil pertengahan dekade ’90-an, kisahnya tetap terasa relevan bila ditonton di masa sekarang ini.

2. “Pengembangan karakter Jojo dalam Geng Bebas menambah nuansa Nusantara”

Bagi yang sudah pernah menonton versi asli yang produksi Korea Selatan, pasti tahu kalau seluruh anggota geng adalah perempuan. Namun, Mira dan Gina selaku penulis naskah memutuskan untuk mengganti salah satu anggota geng dalam versi Indonesia menjadi laki-laki.

Keputusan itu bukannya tanpa alasan. Dalam tulisan berjudul 5 Fakta Menarik Film Bebas, MSN.com menulis bahwa karakter Jojo (yang dalam dua fase usia berbeda diperankan oleh Baskara Mahendra dan Baim Wong), sebagai sosok laki-laki yang bisa berbaur dan dipercaya oleh teman-teman perempuannya dalam satu geng, merupakan bagian dari usaha memotret sebuah zaman, dimana laki-laki seperti itu di zaman tahun ’90-an belum bisa diterima sebaik sekarang.

3. “Senang, menjadi kata yang tepat untuk memggambarkan perasaan seusai nonton Bebas”

Bagitu lah bunyi kalimat pembuka dalam ulasan film Bebas yang dimuat oleh CNN Indonesia. Sebagai seorang yang sudah menyaksikan Sunny, penulis ulasan pun mengungkapkan kepuasannya terhadap cara Riri Riza mengarahkan adaptasi ini. Selain dialog luwes dan sinematografi yang ciamik, ulasan tersebut juga menggarisbawahi bahwa kesuksesan membangun nuansa ’90-an yang meyakinkan jadi faktor utama yang membuatnya amat menikmati film ini. Belum lagi lakon pemainnya yang maksimal semua, membuat perasaan penulis review makin teraduk-aduk saat menontonnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.